Masuk Angin dan Angin Duduk

Masuk angin??? Hmm.. penyakit ini kayanya paling sering mampir di tubuhku deh. Sedikit kecapean, kehujanan, atau kurang tidur, aku pasti ngalamin yang namanya masuk angin.  Gejalanya badan meriang, kepala berat, perut kembung, susah buang gas juga :D .. kadang2 sampe muntah-muntah.

Sepertinya semua orang sudah pernah terkena penyakit ini. Tapi apa sih sebenarnya “masuk angin” itu? Apa benar karena kita kebanyakan menelan angin?? Apa benar juga supaya sembuh harus di kerok?? Terus apa bedanya dengan angin duduk?? Berikut penjelasan singkat yang aku rangkum dari beberapa sumber.

Masuk angin adalah gejala flu yang seringkali dialami, apalagi pada pergantian musim (baca: pancaroba). Masuk angin hanya sebuah gejala penyakit yang masih harus dibedakan berdasarkan gejala. Dokter dapat mendiagnosis lewat keluhan si penderita atau dengan memeriksa kondisi jasmani fisiknya.

Menurut Guru Besar Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI Prof dr Hendarman T Pohan SpPD-KPTI, masuk angin dapat dilihat dari gejalanya saja, tidak perlu sampai melakukan tes darah. Masuk angin terjadi karena tubuh terkena infeksi karena virus atau bakteri.

Sementara angin duduk dapat terjadi karena serangan jantung atau sakit maagh. Mereka yang mengalami angin duduk harus dibedakan lagi. Apakah nyeri di dada itu dikarenakan berasal dari maag atau apakah dia memang mengalami serangan jantung. Masih menurut Hendarman gejala orang yang terkena angin duduk biasanya tanpa rasa demam, batuk atau pilek. Keluhan yang dirasakan berupa keluhan nyeri di tengah dada. Mereka yang mengalami keluhan semacam ini harus segera memeriksakan diri ke dokter.

Bagi mereka yang mengalami gejala semacam ini bila sedang melakukan aktivitas harus segera istirahat menghentikan segala aktivitasnya. Setelah itu, segera hubungi dokter, sebab kalau ternyata itu disebabkan dari serangan jantung, maka sangat beresiko kalau dibiarkan terlalu lama. Terkadang orang yang punya sakit maag merasakan keluhan yang dialaminya adalah nyeri di bagian belakang tubuh karena penyakit maag itu sendiri. Padahal, ternyata dia terkena serangan jantung.

Dengan penjelasan tersebut di atas dapat disimpulkan angin duduk jauh lebih berbahaya bila dibandingkan masuk angin. Sebab, kalau masuk angin, dokter masih punya waktu untuk menangani keluhan yang dialami tadi. Pasien akan mengalami panas demam dan dokter dapat mengetahui ke arah mana penyakit itu dari hasil diagnosisnya.

Sementara, angin duduk sangat berbahaya. Sebab, bila ditangani hanya digosok-gosok dengan minyak angin tanpa memeriksakan diri ke dokter, tahu-tahu dia mengalami serangan jantung. Memungkinkan dalam beberapa menit bisa berujung maut. Hal senada diungkapkan Konsultan Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Pusat Jantung Nasional RS Harapan Kita dr Aulia Sani SpJP.

Menurutnya seorang yang terkena serangan jantung harus segera dilakukan pengobatan dengan benar. Sebab, kalau salah ditangani, maka akan menyebabkan serangan lebih hebat dan dapat berakibat fatal, yakni menyebabkan kematian.

Aulia berpendapat, masyarakat jangan menganggap remeh bila mengalami gejala masuk angin. Sebab, kalau tidak terdiagnosis dan segera ditangani secara tepat, gejala ini dapat berakibat fatal pada kematian. Berdasarkan sebuah penelitian, diketahui bahwa masuk angin sebagian besar justru merupakan gejala serangan jantung.

ih..syerem.. jadi waspadalah…waspadalah… :D

Ayoo Goyang Duyuuu…

Kukuruyukkk….krukk…kruuukkh…brubuuuukkk….(preeet…)

Bunyi-bunyian di atas bukan suara ayam jantan di pagi hari loh.. Bukan pula suara rem mobil (yaiyalaaah… masa rem mobil suaranya begitu? :D ). Nah bunyi-bunyian tadi adalah suara perut kita menjelang jam-jam istirahat makan siang, atawa menjelang makan sore. Kalo makan malam gimana??? (Ya terserah deh… mau makan subuh juga gpp.. yg jelas bunyinya mirip2 seperti itu deh… :D )

Kenapa kita merasa lapar ya?

Terus kenapa dengan bunyi-bunyian tadi??? Yaiyalaah… itu namanya lapar… Terus kenapa kita lapar? Kenapa perut kita mengeluarkan bunyi-bunyian kaya gitu, kenapa bunyinya gak breeeeemm…atawa door..door.. (emange perut kita mobil atau pestol kaleee??? :D )

Kata orang sih cacing dalam tubuh kita lagi pada karaoke, nyanyi lagu Project Pop judulnya “Goyang Duyu” :D . Makin lama bunyi itu makin mendayu-dayu, bak lagu tersebut di atas, dah nyampe Reff-nya “Ayoo Goyang Duyuuu…Ayo Goyang Duyuuu…” :D .

Secara biologis, lapar timbul akibat turunnya kadar glukosa dalam darah (biasa disebut gula darah). Lapar juga berarti rangsangan biologis untuk memastikan kita cukup makan. Lapar juga ada yang menyebutkan terjadi karena suhu badan turun dan ketika suhu badan kita naik lagi, rasa lapar akan berkurang. Nah ini yang bisa menerangkan mengapa kita cenderung lebih banyak makan di waktu musim hujan/dingin. Selain itu lapar juga tidak hanya terjadi karena faktor biologis saja lho..B au, rasa, dan tekstur makanan juga  dapat memicu rasa lapar kita.

Nah kalau bunyi perut itu terjadi kenapa ya?


Perut kita secara refleks fisiologi melakukan gerak peristaltik yang menyebabkan bunyi. Kalau perut kita bunyi ketika sedang terisi makanan, berarti sedang mencerna dan menyalurkan makanan ke bagian pencernaan yang lebih bawah. Nah jika tidak sedang terisi, berarti sedang mengalirkan gas-gas buangan, agar kita tidak kembung. Jadi tidak ada hubungannya dengan aktivitas cacing diperut kita lho… Kita juga harus bersyukur dengan adanya bunyi-bunyian tadi berarti perut kita masih sehat.

Nah berhubung perut sudah mulai bunyi, mari kita makan agar cacing dalam perut kita tidak kelaparan dan pada mengeluarkan bunyi-bunyian lagi upss… Salah tuh bilang kaya gitu..sekarang ” Ayooo Goyang Duyuuuu… :D


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.